A.
Apa itu
Marginal?
Marginal berasal dari bahasa inggris yang berarti jumlah kecil
atau efek yang sangat kecil. Arti lain Marginal adalah suatu kelompok yang jumlahnya
sangat kecil , Marginal juga identic dengan masyarakat kecil atau kaum
terpinggirkan.
B.
Kenapa
disebut Kaum Marginal?
1. Secara Sosiologis
Kelompok masyarakat yang mendapat perlakuan tidak adilatau diskriminatif
karena persoalan gender, mengalami peminggiran social, serta kelompok masyarakatyang
haknya terlanggar.
2. Secara Infrastruktur
Kelompok masyarakat yang tempat
asalnya mengalami kesulitan pada akses seperti akses mendapatkan air
bersih, transportasi, fasilitas umum serta komunikasi.
3. Secara Kesehatan
Kelompok masayarakat yang harapan hidupnya rendah, tingkat kematian bayi
tinggi dan masyarakat mengalami gizi buruk.
4. Secara Pendidikan
Kelompok msyarakat yang didalamnya tingkat buta hurufnya tinggi, banyak
yang tidak sekolah.
5. Secara Ekonomi
Kelompok masyarakat maupun individu yang pendapatan perkapitanya rendah
sehingga ia masuk kategori miskin.
C.
Jenis-jenis
Kelompok Marginal
a. Tukang Becak
b. Pemulung
c. Gelandangan
d. Buruh
e. Anak Jalanan
f.
Keluarga
Miskin
g. Petani
h. Pedagang Asongan
D.
Dampak Kondisi
Masyarakat Marginal Pada Masalah Sosial
1) Semakin banyak anagka putus sekolah.
2) Semakin menurun kualitas SDM.
3) Semakin tinggi angka pengangguran.
4) Semakin tinggi penyakit social masyarakat
dan kerawanan social.
5) Indeks kemajuan pendidikan tertinggal
dari Negara lain.
E.
Pendidikan
Alternatif Bagi Kaum Marginal
Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM), Yayasan ataupun Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan memberi
secercah harapan baru. Melalui mereka, sejumlah orang yang tak mampu mengenyam
pendidikan di sekolah formal tetap bisa menimba ilmu, bahkan mendapatkan
ijazah.
Mengentaskan kebodohan dan menjadikan
orang-orang kurang beruntung itu lebih bermanfaat adalah goal para pendiri
sekolah nonformal tersebut. Di Indonesia, ada banyak lembaga yang bergerak di bidang
ini. Sebut saja Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Save Street Child (SSC),
Terminal Hujan, dan Sekolah Master.
YPAB adalah yayasan nonprofit yang
peduli terhadap pendidikan kaum marginal dan masyarakat putus sekolah. Sekolah
ini tidak berbeda dengan sekolah formal, hanya jam belajarnya bisa dibuat lebih
fleksibel.
Menurut Save Street Child (SSC) tugas
manusia terdidik adalah mendidik manusia lain. Itu sebabnya, SSC tergerak untuk
mengelola kelas-kelas belajar gratis, dibantu oleh tim pengajar yang
berdedikasi serta memiliki kepekaan dan cinta dalam mendidik anak-anak
marginal.
Masjid Terminal (Master), berawal
dari kegelisahan melihat banyak anak yang seharusnya berada di sekolah pada
pagi hari justru malah bermain di jalan ataupun stasiun. Sejatinya memberi
pendidikan adalah tugas kita semua, bukan hanya pemerintah. Pendidikan karakter
lagi-lagi ditekankan oleh Sekolah Master terhadap peserta didiknya. Selain itu,
diajarkan pula materi yang berbasis enterpreneur.