Jumat, 10 Juli 2020

PENDIDIKAN BAGI KAUM MARGINAL

A.    Apa itu Marginal?
Marginal berasal dari bahasa inggris yang berarti jumlah kecil atau efek yang sangat kecil. Arti lain Marginal adalah suatu kelompok yang jumlahnya sangat kecil , Marginal juga identic dengan masyarakat kecil atau kaum terpinggirkan.

B.    Kenapa disebut Kaum Marginal?
1.      Secara Sosiologis
Kelompok masyarakat yang mendapat perlakuan tidak adilatau diskriminatif karena persoalan gender, mengalami peminggiran social, serta kelompok masyarakatyang haknya terlanggar.
2.      Secara Infrastruktur
Kelompok masyarakat yang tempat  asalnya mengalami kesulitan pada akses seperti akses mendapatkan air bersih, transportasi, fasilitas umum serta komunikasi.
3.      Secara Kesehatan
Kelompok masayarakat yang harapan hidupnya rendah, tingkat kematian bayi tinggi dan masyarakat mengalami gizi buruk.
4.      Secara Pendidikan
Kelompok msyarakat yang didalamnya tingkat buta hurufnya tinggi, banyak yang tidak sekolah.
5.      Secara Ekonomi
Kelompok masyarakat maupun individu yang pendapatan perkapitanya rendah sehingga ia masuk kategori miskin.

C.     Jenis-jenis Kelompok Marginal
a.      Tukang Becak
b.      Pemulung
c.       Gelandangan
d.      Buruh
e.      Anak Jalanan
f.        Keluarga Miskin
g.      Petani
h.      Pedagang Asongan

D.    Dampak Kondisi Masyarakat Marginal Pada Masalah Sosial
1)      Semakin banyak anagka putus sekolah.
2)      Semakin menurun kualitas SDM.
3)      Semakin tinggi angka pengangguran.
4)      Semakin tinggi penyakit social masyarakat dan kerawanan social.
5)      Indeks kemajuan pendidikan tertinggal dari Negara lain.

E.     Pendidikan Alternatif Bagi Kaum Marginal
Pendidikan Alternatif bagi Kaum Marginal
Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Yayasan ataupun Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan memberi secercah harapan baru. Melalui mereka, sejumlah orang yang tak mampu mengenyam pendidikan di sekolah formal tetap bisa menimba ilmu, bahkan mendapatkan ijazah.
Mengentaskan kebodohan dan menjadikan orang-orang kurang beruntung itu lebih bermanfaat adalah goal para pendiri sekolah nonformal tersebut. Di Indonesia, ada banyak lembaga yang bergerak di bidang ini. Sebut saja Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Save Street Child (SSC), Terminal Hujan, dan Sekolah Master.
YPAB adalah yayasan nonprofit yang peduli terhadap pendidikan kaum marginal dan masyarakat putus sekolah. Sekolah ini tidak berbeda dengan sekolah formal, hanya jam belajarnya bisa dibuat lebih fleksibel.
Menurut Save Street Child (SSC) tugas manusia terdidik adalah mendidik manusia lain. Itu sebabnya, SSC tergerak untuk mengelola kelas-kelas belajar gratis, dibantu oleh tim pengajar yang berdedikasi serta memiliki kepekaan dan cinta dalam mendidik anak-anak marginal.
Masjid Terminal (Master), berawal dari kegelisahan melihat banyak anak yang seharusnya berada di sekolah pada pagi hari justru malah bermain di jalan ataupun stasiun. Sejatinya memberi pendidikan adalah tugas kita semua, bukan hanya pemerintah. Pendidikan karakter lagi-lagi ditekankan oleh Sekolah Master terhadap peserta didiknya. Selain itu, diajarkan pula materi yang berbasis enterpreneur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDIDIKAN BAGI KAUM MARGINAL

A.     Apa itu Marginal? Marginal berasal dari bahasa inggris yang berarti jumlah kecil atau efek yang sangat kecil. Arti lain Marginal...